Bisnis & Teknologi

Kesalahan Umum Bisnis Saat Membuat Website (dan Cara Menghindarinya)

R

Raka Haikal

Tim Teknis Arkatek

·
3 min baca
·
7x dibaca
Ilustrasi Kesalahan Umum Bisnis Saat Membuat Website (dan Cara Menghindarinya)

Membuat website sering dianggap urusan teknis semata, padahal sebagian besar masalah muncul dari keputusan bisnis di awal: tujuan yang kabur, konten yang belum siap, atau kepemilikan yang tidak jelas. Berikut sembilan kesalahan yang paling sering terjadi, beserta cara menghindarinya sebelum proyek berjalan.

Poin Utama / TL;DR
  • Tentukan tujuan website dan ukuran keberhasilannya sebelum membahas desain.
  • Siapkan konten dan struktur halaman lebih dulu, desain mengikuti.
  • Pastikan domain, akses, dan data atas nama bisnis Anda.
  • Website butuh perawatan dan pengukuran berkelanjutan, bukan sekadar peluncuran.

1. Tidak punya tujuan yang jelas

Website dibuat karena "semua orang punya", tanpa kejelasan untuk apa: mendapat permintaan penawaran, menerima pesanan, atau sekadar memberi informasi. Tanpa tujuan, sulit menilai apakah website berhasil dan halaman mana yang perlu diprioritaskan.

Cara menghindari: tulis satu atau dua tujuan utama, misalnya "menerima minimal sekian permintaan penawaran per bulan", lalu rancang halaman untuk mendukungnya.

2. Memulai dari desain, bukan dari konten dan struktur

Banyak proyek dimulai dengan memilih tampilan, lalu konten diisi belakangan dan dipaksa muat. Hasilnya, halaman terlihat bagus tetapi tidak menjawab pertanyaan pengunjung.

Cara menghindari: susun dulu daftar halaman, pesan utama tiap halaman, dan bahan konten (teks, foto, portofolio). Desain dibuat untuk melayani isi.

3. Mengabaikan tampilan ponsel dan kecepatan

Sebagian besar pengunjung membuka website dari ponsel. Tampilan yang berantakan di layar kecil atau halaman yang lama muncul membuat orang pergi sebelum membaca penawaran Anda.

Cara menghindari: uji website di ponsel nyata, kompres gambar, dan minta pengembang memeriksa kecepatan muat sebelum peluncuran.

4. Domain dan akses bukan atas nama bisnis

Domain, hosting, atau akun admin sering didaftarkan atas nama vendor atau karyawan yang kemudian pergi. Akibatnya, bisnis sulit memindahkan atau mengubah websitenya.

Cara menghindari: pastikan domain terdaftar atas nama bisnis atau pemilik, simpan kredensial di tempat aman, dan atur serah terima dalam kontrak.

5. Tidak ada ajakan bertindak yang jelas

Pengunjung sudah tertarik, tetapi tidak tahu harus berbuat apa berikutnya. Tombol kontak tersembunyi, atau terlalu banyak pilihan yang bersaing.

Cara menghindari: tentukan satu tindakan utama per halaman, tampilkan tombol dengan teks yang jelas, dan sediakan jalur cepat seperti WhatsApp.

6. Melewatkan dasar SEO

Website yang tidak mudah dipahami mesin pencari akan sulit ditemukan. Judul halaman yang generik, tidak ada deskripsi, struktur judul yang berantakan, atau tidak ada konten yang menjawab kata pencarian calon pelanggan.

Cara menghindari: tentukan kata kunci utama tiap halaman, tulis judul dan deskripsi yang spesifik, rapikan struktur heading, dan buat konten yang benar-benar menjawab pertanyaan pengunjung.

7. Konten generik dan minim bukti

Kalimat seperti "kami profesional dan berpengalaman" bisa dipakai siapa saja sehingga tidak meyakinkan. Pengunjung mencari bukti yang spesifik.

Cara menghindari: tampilkan portofolio, studi kasus, proses kerja, dan testimoni asli. Jelaskan hasil yang dicapai dengan bahasa yang konkret.

8. Menganggap website selesai setelah diluncurkan

Tanpa pembaruan, website cepat usang: informasi tidak akurat, celah keamanan terbuka, dan performa menurun. Peretasan atau data hilang tanpa cadangan bisa merugikan bisnis.

Cara menghindari: jadwalkan pembaruan teknis, backup rutin, dan peninjauan konten secara berkala. Sepakati sejak awal siapa yang bertanggung jawab merawat.

9. Tidak mengukur hasil

Tanpa data, keputusan perbaikan hanya berdasarkan perasaan. Bisnis tidak tahu halaman mana yang efektif dan dari mana pengunjung datang.

Cara menghindari: pasang analitik dasar, lacak pengisian formulir dan klik tombol kontak, lalu tinjau angkanya secara rutin.

Ringkasan: kesalahan, dampak, dan solusi

KesalahanDampakSolusi singkat
Tujuan tidak jelasSulit menilai keberhasilanTetapkan tujuan terukur
Desain sebelum kontenHalaman tidak menjawab kebutuhan pengunjungSusun konten dan struktur dulu
Tidak ramah ponsel dan lambatPengunjung pergiUji di perangkat nyata, optimalkan gambar
Kepemilikan tidak jelasSulit memindahkan atau mengelola websiteDomain dan akses atas nama bisnis
Tanpa ajakan bertindakMinat tidak berubah jadi kontakSatu tindakan utama per halaman
Abai SEO dasarSulit ditemukan lewat pencarianKata kunci, judul, dan deskripsi yang spesifik
Konten generikKurang meyakinkanBukti nyata: portofolio dan studi kasus
Tanpa perawatanUsang dan rawan keamananJadwal pembaruan dan backup
Tanpa pengukuranPerbaikan berdasarkan dugaanAnalitik dan tinjauan rutin
Satu pertanyaan sebelum mulai
Coba jawab dalam satu kalimat: apa yang harus dilakukan pengunjung setelah membaca website kami, dan bagaimana kami tahu itu berhasil? Jika jawabannya belum jelas, selesaikan itu dulu sebelum membahas tampilan.
SOLUSI TEKNOLOGI ARKATEK

Mau Menghindari Kesalahan Ini Sejak Awal?

Ceritakan rencana website Anda, tim Arkatek bantu menyusun tujuan, struktur, dan prioritas sebelum pengerjaan dimulai.

Kesimpulan

Sebagian besar kesalahan di atas bisa dicegah dengan persiapan yang matang: tujuan jelas, konten siap, kepemilikan aman, dan rencana perawatan. Meluangkan waktu di tahap awal jauh lebih murah dibanding memperbaiki website yang sudah terlanjur berjalan ke arah yang salah.

R

// DITULIS OLEH

Raka Haikal

Pengembang perangkat lunak & spesialis arsitektur sistem digital di Arkatek. Berfokus pada pembangunan solusi software scalable, otomatisasi sistem bisnis, dan optimasi performa.

// EKSPLORASI TOPIK

Artikel Terkait Lainnya

Lihat Semua Artikel →